🐪 Laporan Audit Manajemen Pt Kimia Farma
perusahaanmanufaktur PT Kimia Farma pada tahun 2001. Berdasarkan indikasi oleh Kementerian BUMN dan pemeriksaan Bapepam ditemukan adanya salah saji (overstatement) dalam laporan keuangan yaitu pada laba bersih PT Kimia Farma Tbk (KF) untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2001. Manajemen PT KF juga
olehBapepam terjadi pada PT Kimia Farma pada tahun 2002 karena ditemukannya Dalam laporan keuangan, manajemen akan melakukan pengungkapan yang seperlunya, hal ini dilakukan agar manajemen dapat Terhadap Manajemen Laba dengan Kualitas Audit Sebagai Variabel Pemoderasi dan manajemen Kualitas Audit)).keuanganganda Bank Lippo, dan kasus mark-up laporan keuangan oleh manajemen PT. Kimia Farma Tbk yang membuat kredibilitas dan kualitas auditor semakin dipertanyakan, serta kasuskasus lainnya. Kasus-kasus skandal akuntansi keuangan tersebut telah
pernahterjadi di Indonesia adalah manajemen laba pada PT Kimia Farma Tbk. Pihak manajemen PT. Kimia Farma melakukan penggelembungan (mark up) laba pada laporan keuangan tahunan 2001 sebesar Rp 32,6 milyar. Kasus manajemen laba yang terjadi menimbulkan pertanyaan sejauh mana auditorSkandalkasus audit yang pernah terjadi pada PT Kimia Farma, salah satu produsen obat-obatan milik pemerintah di Indonesia. Pada audit tanggal 31 Desember 2001, manajemen Kimia Farma melaporkan adanya laba bersih sebesar Rp 132 milyar, dan laporan tersebut di audit oleh Hans Tuanakotta & Mustofa (HTM).
KimiaFarma adalah perusahaan industri farmasi pertama dan terbesar di Indonesia yang didirikan sejak tahun 1817. Komite GCG & Pemantau Manajemen Risiko. Ketua : Dwi Ary Purnomo Anggota Komite : Anggota Komite : Abdul Kadir Hastuti Assauri Asep Saifudin . KANTOR PUSAT. PT. KIMIA FARMA, TBK Jl. Veteran NO. 9 Jakarta Pusat - 10110 HUBUNGIJanuari2012 tentang Komite Audit PT Kimia Farma (Persero) T bk Komite Audit berfunosi membantu Dewan Komisaris dala menjalankan pengawasan Laporan manajemen dan permasalahannya. Perubahan perubahan penting di dalam RKAP Kesulitan yang dihadapi dalam melaksanakan audit, hambatan atas lingkup
padaPT. Kimia Farma yang melakukan penggelembungan laba perusahaan dalam laporan keuangan tahun 2001. Komite Nasional Kebijakan Good Corporate Governance membuat suatu pedoman yang dimaksudkan untuk memberikan acuan dasar tentang konsep dan pola pelaksanaan Good Corporate Governance pada tanggal 1 Agustus 2002.
Kasuspraktik manajemen laba di Indonesia sendiri sudah ada dari beberapa tahun yang lalu, seperti kasus praktik manajemen laba yang terjadi pada PT. Kimia Farma Tbk yang diawali dengan adanya suatu dugaan bahwa ditemukan adanya kesalahan pencatatan dan kesalahan penilaian pada laporan .